syartinilia wijaya

Welcome to my weblog......

Jernihnya Sungai Sembra di Teminabuan, Kab. Sorong Selatan

Dalam perjalanan menuju Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, saya dan rombongan menyempatkan singgah disebuah sungai yang bernama Sungai Sembra. Meskipun ini kali kedua saya singgah di sungai ini, namun saya masih terkagum dengan jernihnya air sungai membuat kita bisa melihat sampai ke dasar sungai. Jernihnya air sungai ini disebabkan karena memang masih terjaganya hutan dengan baik dan juga adanya karst yang menjadi penyaring air yang masuk kedalam sungai ini. Sungguh indah melihat masyarakat masih bisa memanfaatkan sungai ini untuk keperluan mandi dan mencuci namun disini lain kerjenihan airnya tetap bisa terjaga. Semoga selamanya sungai Sembra bisa terjaga seperti ini dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Survey Peat & Mangrove Ecosystem di Teluk Bintuni

Kabupaten Teluk Bintuni merupakan kabupaten yang memiliki ekosistem bakau dan gambut (peat & mangrove ecosystem-PME) terluas di Provinsi Papua Barat. Survey kali ini dilakukan pada 3-4 April 2021 untuk groundcheck kondisi PME yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. Berdasarkan hasil analisis Environmentally Sensitive Area  (ESA) (Syartinilia et al. 2019)  diketahui bahwa 82% Papua Barat terdiri dari area dengan tingkat sensitivitas tinggi dimana perlu menjadi perhatian pemerintah Papua Barat. Salah satu bentuk ekosistem penting yang masuk kedalam area dengan sensitivitas tinggi adalah PME. Survey juga mengunjungi kampung nelayan yaitu Kampung Taroy yang merupakan kampung nelayan di kawasan gambut dan juga mangrove. Masyarakat kampung Taroy yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan udang dan kepiting merasakan manfaat dengan terjaganya ekosistem mangrove yang ada. Mereka juga aktif melakukan penanaman mangrove di sekitar kampung mereka.

Diketahui bahwa Papua Barat sudah mendeklarasikan sebagai Provinsi Konservasi atau Provinsi Berkelanjutan yang memiliki minimal kawasan lindungnya adalah 70%. Bekerjasama dengan Conservation International Indonesia, saya membantu analisis menggunakan pendekatan biofisik untuk menilai sensitivitas kawasan melalui model ESA untuk mendapatkan kawasan lindung 70% guna memperbaiki RTRWP Papua Barat menuju Provinsi Konservasi. Dalam kegiatan survey kali ini jugad dilakukan proses pembuatan video dokumenter oleh Conservation International Indonesia melalui pengambilan gambar kegiatan survey, kondisi lanskap, dan juga wawancara.

Referensi:

Syartinilia, Wahyuni S, Siahainenia AJ, Santoso I. 2019. Environmentally sensitive area models for supporting West Papua conservation province, Proc. SPIE 11372, Sixth International Symposium on LAPAN-IPB Satellite, 113721D, http://dx.doi.org/10.1117/12.2542766

Pelatihan Pemodelan Spasial Distribusi Habitat Spesies di Kab. Sorong Selatan

Pelatihan Pemodelan Spasial Distribusi Habitat Spesies dilakukan di Kabupaten Sorong Selatan pada tanggal 7 – 9 April 2021. Pelatihan ini merupakan kerjasama Balai Besar KSDA Papua Barat, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sorong Selatan dan Conservation International Indonesia. Pada pelatihan ini, saya menjadi nara sumber dengan dibantu oleh Rofifah Aulia Suyitno untuk kegiatan prakteknya. Peserta pelatihan terdiri dari 13 orang yaitu berasal dari Balai Besar KSDA Papua Barat dan KPHP Sorong Selatan.  Pelatihan kali ini terdiri dari 2 hari pemberian materi dan praktek untuk pemodelan spasial distribusi habitat spesies dan 1 hari praktek simulasi dan diskusi untuk kasus pemodelan spasial distribusi habitat spesies yang ada di Papua Barat. Harapannya setelah kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam metodologi untuk konservasi berbasis spesies di Papua Barat.

Pelatihan Pemodelan Spasial Distribusi Habitat Spesies di Kab. Manokwari

Pelatihan Pemodelan Spasial Distribusi Habitat Spesies dilakukan di Manokwari pada tanggal 31 Maret -1 April 2021. Pelatihan ini merupakan kerjasama Balai Besar KSDA Papua Barat dan Conservation International Indonesia. Pada pelatihan ini, saya menjadi nara sumber dengan dibantu oleh Rofifah Aulia Suyitno untuk kegiatan prakteknya. Peserta pelatihan berjumlah 19 orang dengan didominasi oleh akademisi baik dosen, mahasiswa, dan peneliti dari Universitas Papua. Selain itu juga diiikuti dari pegawai Balai Besar KSDA Papua Barat. Harapannya dengan kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam metodologi untuk konservasi berbasis spesies di Papua Barat.

« Older posts

© 2021 syartinilia wijaya

Theme by Anders NorenUp ↑